Tatapan pertama ku dengan mu
Hatiku tak menemui adanya getaran
Namun perlahan lahan
Engkau telah membangun benteng dalam hatiku
Sebuah benteng cinta
Cinta yang melaju tinggi
Yang membuaiku dalam khayalan
Khayalan yang tiada akhir
Namun benteng itu kau runtuhkan
Bersama dinginnya angin malam
Kau hancurkan segala puing-puing yang ada
Tinggalah kenangan berdirinya benteng itu
Tetesan air hujan dari hati
Satu per satu mulai turun
Gerimis kecil tanpa adanya teduhan
Yang berubah menjadi hujan lebat
Untuk hilangnya puing-puing yang pernah ada
Mengapa kau membangun sebuah benteng jika kau akan meruntuhkannya?
Karena seberapapun kau menghancurkannya, namun sisa puing-puing masih tetap ada dalam hatiku