Tiada yang tahu kapan perasaan dalam hati akan berubah, walaupun itu perasaan dirimu sendiri. Satu detik pun sangat berharga jika ditanyakan tentang perasaan dalam hati. Mungkin yang lain menilai bahwa mulut dan hati tidak bisa bekerjasama, tapi bagaimana kalau sesungguhnya keduanya bekerjasama. Pada saat itu, hati memang sedang tidak menghiraukan perasaan. Sehingga mulut berkata seperti itu. Tapi kemudian, perasaan berubah. Namun yang terucap tak bisa ditarik kembali, bukan karena tak mau berkompromi tapi karena adanya "social value".
Entah kenapa perasaan ini terus berubah. Pertanyaan yang dilontarkan tersebut terus terngiang, "emang kamu tidak sakit hati?". Jawaban yang diberikan, "tidak, saya tidak akan sakit hati dan tidak akan pernah karena memang tidak seharusnya. Saya hanya sedikit kecewa, awalnya saya tidak suka dengannya, cuma dengan kegigihannya, saya pun mengusahakan untuk menyukainya sampai akhirnya saya pun jatuh cinta padanya. Kecewa karena ternyata usaha saya sia-sia. Jika memang dia tidak ingin, seharusnya dari awal tidak usah gigih terhadap saya." Saat itu, jawaban yang diberikan mewakili perasaan yang ada pada saat itu juga.
"Bagaimana apabila rumor itu benar? Yakin kamu tidak sakit hati?" pertanyaan selanjutnya. "Saya tidak menyalahinya, manusia mana yang tidak akan menggapai hal yang lebih baik kecuali saya. Itu juga mungkin karena karakter saya seorang loyalis, tidak akan berpaling kecuali memang sudah seharusnya. Siapa sih yang gak akan meraih hal yang lebih baik, lebih indah, lebih bisa dibanggakan. Alhamdullilah apabila rumor itu benar, berarti dia sudah menemukan yang sesuai." Jawaban dengan mewakilkan perasaan yang sama pada saat sebelumnya.
Malam pun tiba, ternyata perasaan itu berubah. Tetapi tidak terlepas dari yang sudah dilontarkannya kepada lingkungan sekitarnya. Terdiam tertetegun memikirkan perasaan masa-masa itu yang seharusnya sudah hilang. Khayalan melanglang buana, sesak dirasa. Perasaan apa ini. Degup jantung terasa semakin kencang ketika bayangan itu semakin terlihat jelas. Terbuai dalam mimpi indah yang pernah terjadi, namun semakin terasa perih. Tidak disadari, air mata mulai berjatuhan. Entah apa yang harus diperbuat dengan perasaan ini, disyukurikah atau dihempaskan?
Tiba-tiba tersenyum, tidak ada yang mengerti maksud dari senyuman itu. Kembali lah dia dengan perasaan awal. Namun, seiringnya waktu perasaan itu akan terus berubah.