Saturday, April 26, 2014

Perubahan Waktu

Tiada yang tahu kapan perasaan dalam hati akan berubah, walaupun itu perasaan dirimu sendiri. Satu detik pun sangat berharga jika ditanyakan tentang perasaan dalam hati. Mungkin yang lain menilai bahwa mulut dan hati tidak bisa bekerjasama, tapi bagaimana kalau sesungguhnya keduanya bekerjasama. Pada saat itu, hati memang sedang tidak menghiraukan perasaan. Sehingga mulut berkata seperti itu. Tapi kemudian, perasaan berubah. Namun yang terucap tak bisa ditarik kembali, bukan karena tak mau berkompromi tapi karena adanya "social value". 
Entah kenapa perasaan ini terus berubah. Pertanyaan yang dilontarkan tersebut terus terngiang, "emang kamu tidak sakit hati?". Jawaban yang diberikan, "tidak, saya tidak akan sakit hati dan tidak akan pernah karena memang tidak seharusnya. Saya hanya sedikit kecewa, awalnya saya tidak suka dengannya, cuma dengan kegigihannya, saya pun mengusahakan untuk menyukainya sampai akhirnya saya pun jatuh cinta padanya. Kecewa karena ternyata usaha saya sia-sia. Jika memang dia tidak ingin, seharusnya dari awal tidak usah gigih terhadap saya." Saat itu, jawaban yang diberikan mewakili perasaan yang ada pada saat itu juga. 
"Bagaimana apabila rumor itu benar? Yakin kamu tidak sakit hati?" pertanyaan selanjutnya. "Saya tidak menyalahinya, manusia mana yang tidak akan menggapai hal yang lebih baik kecuali saya. Itu juga mungkin karena karakter saya seorang loyalis, tidak akan berpaling kecuali memang sudah seharusnya. Siapa sih yang gak akan meraih hal yang lebih baik, lebih indah, lebih bisa dibanggakan. Alhamdullilah apabila rumor itu benar, berarti dia sudah menemukan yang sesuai." Jawaban dengan mewakilkan perasaan yang sama pada saat sebelumnya. 
Malam pun tiba, ternyata perasaan itu berubah. Tetapi tidak terlepas dari yang sudah dilontarkannya kepada lingkungan sekitarnya. Terdiam tertetegun memikirkan perasaan masa-masa itu yang seharusnya sudah hilang. Khayalan melanglang buana, sesak dirasa. Perasaan apa ini. Degup jantung terasa semakin kencang ketika bayangan itu semakin terlihat jelas. Terbuai dalam mimpi indah yang pernah terjadi, namun semakin terasa perih. Tidak disadari, air mata mulai berjatuhan. Entah apa yang harus diperbuat dengan perasaan ini, disyukurikah atau dihempaskan? 
Tiba-tiba tersenyum, tidak ada yang mengerti maksud dari senyuman itu. Kembali lah dia dengan perasaan awal. Namun, seiringnya waktu perasaan itu akan terus berubah.

Monday, April 14, 2014

Kehidupan Seharusnya

Kembalilah tersenyum
Senyuman itu sangat indah
Senyuman yang memikat
Mempesona seluruh jiwa dan raga

Istirahatlah sejenak
Lupakan semua,
Tenangkan dan lapangkan hatimu,
Hingga kegundahan pun sirna

Terimalah semuanya
Ikhlaskan diri, bukan mengalah
Dewasakan perilaku
Menyinari seluruh jalanmu

Jangan dipelihara
Rasa yang tak berguna
Amarah, dengki, benci,
sebaiknya mencinta dan menyayangi

Hiduplah sehidup mungkin selagi hidup
Tataplah kebahagiaan, palingkan kesengsaraan
Manfaatkan waktu, tiap detik adalah kesempatan
Tebarkan wibawa, berikan bantuan, raih ketenangan

 


Wednesday, April 9, 2014

Give Away

There are reason why people gave away their things, such as:
1. For the sake of sharing happiness
2. It is out of date
3. It is broken
4. Bored or no longer usable
5. Other random reasons.

Yes, things come and go. However, people kept forgetting that thing that they give away, can't be taken back. For example, saying harsh words can't be taken after it is being said, no matter how hard you want to take those words back. Those words will always be remembered through out the other people's life. If it does come back, it'll only come back partially. For example, giving out money for an exact amount, however the value of the money you have is bigger, automatically, you will ask or you will be given for a change. 

That's the philosophy of 'give away'. Then let me ask you about giving away love. Could it be back? The answers vary, depend on the situation and each actors. Somehow, I conclude there are two types of giving away love. The first one emphasizes giving away love as a sign to give happiness. If a person gives away his or her love to someone to give other happiness or to give their own self happiness. Could it be back? It either could be accepted and created a feedback or it could be rejected and returned (no feedback). However when it is returned, it won't be the same as before. Almost the same as the money change theory I mentioned previously.

Giving away things are easy to do, no varieties of feedback gained. However, ones must remember that giving away feelings is the opposite. No one could predict other human being feelings. So it might not come the way you expected it to be. Remind yourself, if you try to give out your feeling with a reason to share happiness or not, remember of the consequences :)

Friday, April 4, 2014

Dream

Last  night was the best dream ever. As I woke up, my tears were starting to fall. A dream that made me hope that it would become reality. I am longing for that situation. It's been a long time since I've had that warmth feeling.

Why did I have to wake up? For the first time, I regret of waking up. That dream made me speechless. As I woke up, I can't hold the sadness that I bear.

When will that time come? Why does it only appear in my dream once? As I woke up, the Adzan for Subuh was heard. While I prayed, the sadness wouldn't stop. I kept looking at her, wishing, how shoe would be as in my dream.

Best beautiful dream ever. Seeing her mad at me; smiled at me; told me to do every chores of her; everything she would always do before. Her straight hair blew through the wind. Her gaze toward me was full of love. 

I miss you Mom, is not that I don't accept of what you are now. But I miss those happy times when you were healthy. I want you to be healthy, feeling happy with us. I want you to be happy.

God, last night dream was so vivid that I thought that it was a reality. Why do you have to hurt me by giving me that dream? I was so happy for a moment, and then You take it back. How much more burden should I bear? I am no longer strong. I am falling apart, Allah. Not even anyone could hold me from falling apart. I beg for your help Allah, although, I know I'm not fit to ask anything from You.