Tuesday, January 18, 2011

Hati Yang Perih

Ya Allah,
Aku tak sanggup 
ketika ku melihat gerak geriknya
ketika ku melihat ucapannya
ketika ku melihat sikapnya

Terkadang Ya Allah,
Aku berfikir apakah dia merindukanku
berfikir apakah dia memikirkanku
berharap bahwa dia akan menyadari kesalahannya?

Ya Allah, 
Engkau tahu, tiap kali ku merindukannya,
Ku selalu berdo'a kepadaMu agar dia yang merindukanku dan bukan aku,
apakah do'a aku ini salah ya Allah?
Maafkan aku jika do'aku tak seharusnya begini

Namun hati ini perih ya Allah,
Ku tak bisa menahannya lagi
Ku hanya bisa berdo'a kepadaMu ya Allah
Menangis di hadapanMu
Tak berdaya di hadapanMu

Ya Allah, 
Aku mohon
Berikan ketentraman hati bagiku
Kedamaian jiwa untukku
Sehingga aku bisa tabah menjalani segala cobaan dariMu.

Amiin ya Allah

Monday, January 17, 2011

Dia

Dia membangkitkanku dari keterpurukan
Dia menemaniku dalam kesepian
Dia memberikanku sejuta kebahagiaan
Dia merubah hidupku yang kelam menjadi terang

Namun
Dialah yang mengembalikanku kepada keterpurukan
Dialah yang meninggalkanku dalam kesepian
Dialah yang telah mengambil kebahagiaan
Dia menjadikan cahaya terangku menjadi redup

Mengapa kau mengangkatku jika kau kan menjatuhkanku?
Mengapa kau berikan aku kebahagiaan lalu kau berikan aku derita?
Mengapa kau mengambil cahaya dalam jiwaku?
Mengapa oh mengapa?

Saturday, January 15, 2011

Puisi

Artikel yang satu ini berbeda dengan artikel-artikel yang pernah saya tulis sebelumnya. Disini saya akan lebih banyak menjelaskan tentang diri saya. Pasti anda heran mengapa kandungan (orang hamil kali yah) blog saya cenderung tentang kesedihan. Jadi ceritanya gini, situasi kehidupan saya ini pasang surut (kaya laut aja). Disaat situasi lagi bahagia, saya pribadi lebih senang mencurahkannya kepada keluarga saya sendiri. Namun, jika disaat sedih menjelma, saya cenderung tertutup, tidak bergairah, dan tingkat kesabaran turun (emosian). Lagian daripada saya curhat tapi tidak didengarkan dan saya melampiaskan amarah saya ke orang lain, lebih baik saya mencurahkannya dalam blog ini. 

Blog ini tidak hanya berisi tentang kesedihan saya tapi merupakan pemikiran yang saya rasakan dalam dunia ini. Entah itu tentang kejadian sehari-hari, hal yang saya lihat, dan hal yang saya rasakan. Seperti yang saya tulis sebelumnya, blog saya ini cenderung berisikan kesedihan. Namun, saya juga tak mungkin terlalu terbuka tentang diri saya. Karena hal itu sama saja dengan membuka kesempatan untuk menambah aib sendiri bukan? 

Dalam kesedihan yang saya rasakan, saya lebih senang mencurahkannya dalam bentuk puisi. Lantas mengapa puisi? Kenapa tidak bentuk cerita saja? Dan saya yakin, anda  pasti merasa bahwa terkadang puisi saya tidak berkesinambungan. Puisi itu saya tulis ketika saya berada dalam puncak emosi saya. Segala rasa sedang bergejolak dalam benak dan hati saya. Rasa amarah, perih, sedih, dan kesal menjadi satu. Oleh karena itu, terkadang ide yang tertuang pun tercampur. Lalu mengapa puisi? Pertanyaan yang masih belum terfikirkan. Puisi bagi saya adalah sebuah misteri yang merupakan pengungkapan gejolak dalam diri. Puisi hanya merupakan penyampaian aspirasi tanpa harus menjelaskan mengapa terjadi aspirasi tersebut. Sehingga orang yang membacanya pun tak perlu tahu apa yang sedang terjadi. Itulah saya, seperti puisi. Terbuka namun tertutup. Dan sasaran yang saya hendak capai setelah menulis puisi-puisi tersebut adalah mendapatkan ketenangan hati dan jiwa sehingga saya dapat membentuk self-motivation dalam diri. 

Kata demi kata dalam puisi itu, menurut saya, adalah kata yang berharga. Walaupun umum atau sederhana, menurut saya, tak ada kata lain yang dapat menggantikannya. Puisi, sebuah luapan jiwa yang dapat menghilangkan beban dalam jiwa. 

Tanpa Harapan

Ada persamaan diantara kita
Ada kebahagiaan diantara kita
Ada pengertian diantara kita
Ada cinta diantara kita

Akankah ada kebersamaan diantara kita

Akankah ada loyalitas diantara kita
Akankah ada kecemburuan diantara kita
Akankah ada kebersatuan hati diantara kita


Hari demi hari kita semakin dekat
Suasana yang selalu terulang tiap harinya
Tapi kita berdua tetap menjalani hal yang biasa
Menghilangkan rasa dalam jiwa


Isi hati kita hanyalah sebuah angan
Angan yang tak mungkin tersalurkan
Apalah arti dari perasaan ini
Yang tak mungkin terjalin


Mencintai dan dicintai
Suatu hal yang wajar bagi kita
Walaupun tanpa harus memiliki 

Maafkan daku tak bisa bersamamu
Maafkan daku tak bisa menemani
Maafkan daku yang telah hadir dalam harimu
Maafkan daku yang bersikap aneh terhadapmu

Selamat tinggal, kita tak mungkin bersama
Apalah arti pemberian harapanmu yang tidak ada artinya
Aku cukupkan kamu untuk memainkan hati kita
Dan aku cukupkan diriku untuk memainkan hati ku sendiri