Artikel yang satu ini berbeda dengan artikel-artikel yang pernah saya tulis sebelumnya. Disini saya akan lebih banyak menjelaskan tentang diri saya. Pasti anda heran mengapa kandungan (orang hamil kali yah) blog saya cenderung tentang kesedihan. Jadi ceritanya gini, situasi kehidupan saya ini pasang surut (kaya laut aja). Disaat situasi lagi bahagia, saya pribadi lebih senang mencurahkannya kepada keluarga saya sendiri. Namun, jika disaat sedih menjelma, saya cenderung tertutup, tidak bergairah, dan tingkat kesabaran turun (emosian). Lagian daripada saya curhat tapi tidak didengarkan dan saya melampiaskan amarah saya ke orang lain, lebih baik saya mencurahkannya dalam blog ini.
Blog ini tidak hanya berisi tentang kesedihan saya tapi merupakan pemikiran yang saya rasakan dalam dunia ini. Entah itu tentang kejadian sehari-hari, hal yang saya lihat, dan hal yang saya rasakan. Seperti yang saya tulis sebelumnya, blog saya ini cenderung berisikan kesedihan. Namun, saya juga tak mungkin terlalu terbuka tentang diri saya. Karena hal itu sama saja dengan membuka kesempatan untuk menambah aib sendiri bukan?
Dalam kesedihan yang saya rasakan, saya lebih senang mencurahkannya dalam bentuk puisi. Lantas mengapa puisi? Kenapa tidak bentuk cerita saja? Dan saya yakin, anda pasti merasa bahwa terkadang puisi saya tidak berkesinambungan. Puisi itu saya tulis ketika saya berada dalam puncak emosi saya. Segala rasa sedang bergejolak dalam benak dan hati saya. Rasa amarah, perih, sedih, dan kesal menjadi satu. Oleh karena itu, terkadang ide yang tertuang pun tercampur. Lalu mengapa puisi? Pertanyaan yang masih belum terfikirkan. Puisi bagi saya adalah sebuah misteri yang merupakan pengungkapan gejolak dalam diri. Puisi hanya merupakan penyampaian aspirasi tanpa harus menjelaskan mengapa terjadi aspirasi tersebut. Sehingga orang yang membacanya pun tak perlu tahu apa yang sedang terjadi. Itulah saya, seperti puisi. Terbuka namun tertutup. Dan sasaran yang saya hendak capai setelah menulis puisi-puisi tersebut adalah mendapatkan ketenangan hati dan jiwa sehingga saya dapat membentuk self-motivation dalam diri.
Kata demi kata dalam puisi itu, menurut saya, adalah kata yang berharga. Walaupun umum atau sederhana, menurut saya, tak ada kata lain yang dapat menggantikannya. Puisi, sebuah luapan jiwa yang dapat menghilangkan beban dalam jiwa.
baru baca blogg lu isinya puisi. keren bos.
ReplyDeleteMakasiiih :)
Delete