Sunday, September 20, 2009

Galaunya Matahari


Matahari tak tampak bersinar kembali
ketika sang awan mendekat dan menyentuhnya.
Mataharipun tertegun dengan keindahan awan
yang sempat menghiburnya.


Akankah awan itu akan selamanya menghiburnya
atau akankah awan itu akan menjatuhkan kelebihan 
sang matahari?


"Tidak!!" Mataharipun tersadar.
"Apa yang sedang engkau lakukan wahai awan?"


"Engkau berarak meluas dibumi ini"
"Engkau menyelimuti bumi ini"
"Engkaupun dekat pada sang bulan"
"Engkau selalu ada sepanjang hari"

"Tapi apakah engaku sadar atas semua perlakuanmu ini
  yang akan menenggelamkan diriku nanti?"
"Apakah engkau akan merindukan cahayaku suatu saat 
  yang akan menyinari bumi ini sepanjang masa?"



"Wahai awan, engkau mengetahui kelemahanku dengan 

  hadir setiamu disini. Akan tetapi engkau menggunakan 
  kelemahanku untuk permainanmu."

"Sungguh aku tak berdaya!"
"Sungguh aku tak mengerti!"
"Apa tujuanmu wahai sang awan?"
"Oh sang awan, apakah kau mampu membangkitkan 
  diriku lagi apabila ku tak bersinar lagi dan mampukah 
  kau mengiringi langkahku mengitari bumi ?"




No comments:

Post a Comment