Adakah rasa itu untukku? Sehingga diriku mampu melangkah tanpa terbelenggu
Akankah senyuman itu padaku? Sehingga jiwa ini merasa damai dengan langkahku
Pernahkah hatimu ke aku? Sehingga hati ini nyaman dengan hadirmu
Sungguh, jiwa ini telah berada dalam penjara nadimu
Tenagaku yang merebak juga ikut luluh dalam kubangan kerinduanku
Semua telah berubah dan terbang dengan sendirinya
Wahai sang rembulan, katakanlah kepadanya bahwa hadirku hanya untuknya
Wujudku karena senyumannya
Maka, janganlah engkau sia-siakan rasa yang telah tumbuh karenanya
Perasaan hawatir selalu hadir menghardik dan menyelidik
Perasaan takut selau ikut sehingga hidup ini kian akut
Perasaan gemetar juga selalu menggelegar dengan nuansa yang lebih sangar
Ya Allah! Hadirkan keagunganmu sehingga hambamu ini mampu menyapamu
Ya Tuhan! Ciptakan penawar unntukku sehingga hidup ini terasa nyaman
Wahai sang maha penguasa! Diriku yakin engkau ciptakan terbaik untuku
Tapi, datangkanlah sesuatu yang lebih dari semua itu
Pernahkah hatimu ke aku? Sehingga hati ini nyaman dengan hadirmu
Sungguh, jiwa ini telah berada dalam penjara nadimu
Tenagaku yang merebak juga ikut luluh dalam kubangan kerinduanku
Semua telah berubah dan terbang dengan sendirinya
Wahai sang rembulan, katakanlah kepadanya bahwa hadirku hanya untuknya
Wujudku karena senyumannya
Maka, janganlah engkau sia-siakan rasa yang telah tumbuh karenanya
Perasaan hawatir selalu hadir menghardik dan menyelidik
Perasaan takut selau ikut sehingga hidup ini kian akut
Perasaan gemetar juga selalu menggelegar dengan nuansa yang lebih sangar
Ya Allah! Hadirkan keagunganmu sehingga hambamu ini mampu menyapamu
Ya Tuhan! Ciptakan penawar unntukku sehingga hidup ini terasa nyaman
Wahai sang maha penguasa! Diriku yakin engkau ciptakan terbaik untuku
Tapi, datangkanlah sesuatu yang lebih dari semua itu
No comments:
Post a Comment